Salah satu isu yang mencuat adalah pemberhentian 220 mantan pegawai RSUD Soewondo, yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, tanpa diberikan pesangon.
“Pemberhentian ratusan pegawai lewat mekanisme tes ulang itu aneh dan berbau politik. Setelah puluhan tahun mengabdi, kami diberhentikan tanpa pesangon sama sekali,” ungkap Ruha, salah satu eks pegawai RSUD Soewondo.
Warga menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan, memperparah kekecewaan terhadap kepemimpinan Bupati Sudewo.
Selain itu, warga juga mempersoalkan berbagai kebijakan lain yang dianggap tidak memihak rakyat, termasuk dugaan ketidaktransparan dalam pengelolaan anggaran daerah.
“Kami kecewa dengan bupati. Banyak kebijakan yang tidak jelas dan merugikan rakyat. Kami akan ikut demo pada 13 Agustus untuk menuntut pemakzulan,” kata Sono, warga Pati.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Sudewo atau pihak Pemkab Pati terkait rencana aksi demonstrasi dan tuntutan pemakzulan. Situasi di Pati terus dipantau menjelang aksi yang dijadwalkan pekan depan
Sumber: inews
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI