Oknum Pengaku Polisi Aniaya 3 Karyawan SPBU Cipinang: Kronologi & Laporan Polisi

- Senin, 23 Februari 2026 | 23:00 WIB
Oknum Pengaku Polisi Aniaya 3 Karyawan SPBU Cipinang: Kronologi & Laporan Polisi

Oknum Pengaku Polisi Aniaya 3 Karyawan SPBU Cipinang, Korban Alami Memar hingga Gigi Copot

Tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengalami luka memar hingga gigi copot setelah dianiaya seorang pelanggan yang mengaku anggota polisi.

Staf SPBU, Mukhlisin (38), mengidentifikasi ketiga korban adalah dua operator dan satu staf, yaitu Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin.

"Kalau Khoirul Anam itu di pipi, tamparan pipi. Terus yang Lukman itu di rahang sebelah kanan. Terus yang Abud di bawah mata, sama di pipi deket mulut, jadi giginya otek," jelas Mukhlisin saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (23/2/2026).

Penyebab Penganiayaan: Ketidaksesuaian Barcode Pertalite

Kejadian bermula saat terduga pelaku hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Meskipun nomor barcode yang ditunjukkan terdaftar, kendaraan Toyota Alphard yang digunakan tidak sesuai dengan data mobil Toyota Kijang yang terdaftar pada barcode tersebut, meski nomor polisinya sama.

"Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di edisi SPBU," tutur Mukhlisin.

Menjalankan SOP, operator menyarankan pelanggan untuk mengisi Pertamax sebagai alternatif. Namun, pelanggan malah marah dan mengklaim mobil tersebut milik seorang jenderal.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut 'ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya Kapolda," tambah Mukhlisin.


Halaman:

Komentar