Petaka terjadi pada hari ketiga. Pelaku masuk ke kamar korban sambil membawa pisau cutter untuk mengancam. Dalam kondisi ketakutan, korban disekap dan mengalami kekerasan seksual berulang kali. "Korban disekap, mulutnya dilakban, mata ditutup lakban, dan dirudapaksa beberapa kali," ungkap Arya. Pelaku juga membawa kabur uang dan telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri.
Penyelamatan Diri: Korban Kabur Melalui Jendela
Dalam kondisi trauma dan tangan masih terikat, korban berhasil menyelamatkan diri saat pelaku pergi. Korban nekat kabur melalui jendela rumah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Kanit Reskrim Polsek Tamalate, AKP Abd Latif, mengatakan warga yang mendengar teriakan korban langsung melapor ke polisi. "Saat kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas langsung mendatangi lokasi tersebut," kata Latif. Korban ditemukan dalam kondisi syok berat dengan tangan masih terikat, lalu dievakuasi dan diberikan pendampingan psikologis.
Pengungkapan Pelaku: Rumah Elite Sewa Harian dan Modus Berulang
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap pelaku menyewa rumah elite secara harian dengan tarif sekitar Rp 300 ribu per hari untuk menjalankan aksinya. Yang lebih mengejutkan, setelah kabur dari Makassar, pelaku diketahui kembali memasang lowongan kerja palsu di Surabaya untuk mencari korban lain. "Pelaku juga sudah pasang iklan di Surabaya. Jadi setelah selesai di Makassar, dia ke Surabaya dan kembali buka lowongan kerja," beber Arya.
Penangkapan Pelaku di Pelabuhan Tanjung Perak
Pelarian FR akhirnya terhenti setelah aparat gabungan Polrestabes Makassar dan kepolisian Surabaya berhasil menangkapnya di Pelabuhan Tanjung Perak sesaat setelah turun dari kapal. Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang pernah menjadi target modus lowongan kerja palsu pelaku di berbagai daerah.
Artikel Terkait
IPW: Polisi Diadang Oknum TNI Saat Gerebek Gudang Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh: Massa Rusak Lambang Garuda dan Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh di Baiturrahman: Massa Lempar Batu, Aparat Balas Gas Air Mata