Berdasarkan estimasi pemodelan tsunami yang telah dikeluarkan sebelumnya, potensi puncak ketinggian gelombang di beberapa wilayah pesisir diproyeksikan dapat mencapai status Siaga hingga Awas. Oleh karena itu, Nelly mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau pemutakhiran data gelombang laut secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
"Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG. Menurut pemodelan, ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, dengan tinggi tsunami berkisar antara Siaga dan juga Awas," ujarnya.
BMKG bersama beberapa instansi terkait saat ini masih melakukan pemantauan ketat secara real-time terhadap data pasang surut (tide gauge) serta sensor pemantau tsunami lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pesisir di utara dan timur Indonesia.
Peringatan dini tsunami diumumkan secara resmi oleh BMKG kurang dari 10 menit pasca gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi. Gempa terjadi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina).
Artikel Terkait
Gempa M6,5 Susulan Guncang Tahuna Sangihe Usai Gempa Utama M7,7, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer
Pesawat Militer AS Terbang di Langit Padang, TNI AU Buka Suara Soal Misi Sebenarnya
Pesawat Militer AS Terdeteksi Terbang di Perairan Barat Padang, Sumatera Barat