"LPS dan Kemenkeu itu ibarat futsal dan sepak bola. Beda game, beda tantangan," ucap Wijayanto Samirin kepada wartawan, Selasa, 9 September 2025.
Wijayanto meminta agar Purbaya lebih hati-hati dalam mengemban amanah di Kemenkeu jika tidak ingin blunder di kemudian hari.
"Pak Purbaya harus hati-hati, jangan overconfidence, harus mau belajar, dan wajib memberi peran 3 wamenkeu; atau blunder besar akan terjadi," tutupnya
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI