Meski demikian, Bahlil tidak merinci lebih jauh mengenai angka harga asli LPG 3 kg yang benar menurut Kementerian ESDM.
Ia hanya menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga agar subsidi energi, termasuk LPG 3 kg, tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat kecil.
Kontroversi soal harga LPG 3 kg mencerminkan sensitifnya isu energi bersubsidi di Indonesia.
Tabung gas melon tersebut hingga kini menjadi andalan jutaan rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
Perbedaan data antar kementerian berpotensi memicu kebingungan publik, terutama di tengah wacana reformasi subsidi energi yang terus bergulir.
Pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian akan diperkuat agar data yang disampaikan ke publik konsisten dan akurat.
“Yang paling penting, masyarakat tetap bisa mengakses LPG 3 kg dengan harga terjangkau,” kata Bahlil menegaskan
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia