"Tapi tidak mungkin diredam karena itu sudah jadi isu publik," ujar Rocky dikutip RMOL, Jumat, 10 Oktober 2025.
Kendati tak begitu, di sisi lain Rocky juga meyakini Jokowi sengaja menciptakan situasi dan kondisi baru dalam politik saat ini, melalui isu-isu pertemuan dengan Presiden Prabowo.
"Sudah jadi mainan sebetulnya, di dalam sensasi untuk menghasilkan keterangan apa sebetulnya yang dikehendaki Jokowi terhadap Gibran," tuturnya mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu.
"Atau sebaliknya, yang dikehendaki Gibran untuk ayahnya di dalam periode berikutnya kalau Gibran menjadi presiden, atau statusnya wakil presiden di 2029," demikian Rocky menambahkan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia