Menurut Eep, ketidaksiapan Jokowi bukan ditunjukkan setelah pensiun dari jabatan presiden, namun sebelumnya atau saat masih berkuasa.
"Yaitu Ketika dia punya peranan yang amat sangat besar terjadinya perubahan persyaratan capres-cawapres menjadi puteranya (Gibran Rakabuming Raka) menjadi memenuhi syarat," kata Eep.
Dari situlah Eep melihat Jokowi merupakan orang yang paling cemas meninggalkan kekuasaan yang sudah 10 tahun didudukinya.
"Ketika ada anaknya di situ, maka dia seperti meninggalkan jejak kekuasaan," pungkas Eep.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia