Meski telah menerima permohonan maaf dari satu pihak, Andi Arief menyampaikan bahwa Partai Demokrat masih menunggu sikap dari sejumlah akun lain yang sebelumnya telah dilayangkan somasi terkait pemberitaan yang dinilai merugikan.
“Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi,” pungkas Andi Arief.
Latar Belakang: Pernyataan Maaf dari Pengelola Kajian Online
Sebelumnya, pengelola kanal YouTube Kajian Online telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Permintaan maaf ini disampaikan atas sejumlah konten yang dinilai tidak profesional dan tidak berimbang.
Dalam pernyataannya, pengelola kanal mengakui telah menurunkan (take down) beberapa konten dan merevisi materi lainnya setelah menerima masukan dan saran dari pihak terkait.
"Mengawali video ini saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Pak SBY dan juga Partai Demokrat yang sudah memberikan saran pandangannya terkait beberapa konten di kajian online yang perlu mungkin lebih profesional, lebih baik. Dan beberapa yang harus di-take down sudah kita take down," ujar pengelola Kajian Online.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia