"Bagaimana menggerakkan keadaan itu? Tentu saja dengan mengubah apa yang terjadi hari ini di masyarakat. Tentang ekonomi keluarga misalnya, tentang PHK yang masih saja terus berlangsung," katanya.
Apresiasi untuk Fokus Penanganan Bencana
Di sisi lain, Hensat mengapresiasi penekanan Presiden pada upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dinilai mampu menenangkan publik yang menantikan tindak lanjut pemerintah.
"Nampaknya presiden banyak sekali menyoroti tentang rekonstruksi dan rehabilitasi bencana... Dan itu sangat baik sekali disampaikan dan tentu saja menenangkan," ujar Hensat.
Dinamika Internal dan Guyonan Penguatan Koalisi
Hensat juga menyoroti penggunaan kata "solid" dan guyonan Presiden tentang pengawasan terhadap PKB yang viral. Founder lembaga survei Kedai Kopi itu memaknainya sebagai bentuk kelakar yang justru bertujuan memperkuat konsolidasi internal kabinet.
"Saya rasa ya itu pertanyaan guyonan yang wajar ya. Tapi kalau ditanya kemudian apakah loyalitas kabinet Pak Prabowo terjaga, saya rasa ini baru masuk ke tahun ke-2 atau ke-3 awal ya, saya rasa belum ada yang berani mbalelo," jelasnya.
Menurutnya, guyonan semacam itu pada akhirnya justru dapat mempererat barisan dan soliditas kabinet.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia