Bahlil mengungkapkan sejumlah tantangan berat dalam proses penyelesaian RDMP Balikpapan. Proyek strategis nasional ini seharusnya sudah dapat diresmikan pada Mei 2024, namun mengalami kebakaran yang menunda penyelesaiannya.
Bahlil menduga kuat adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut. Keberadaan kilang ini dinilai akan memangkas praktik importasi BBM yang selama ini terjadi.
"Proyek ini banyak dramanya. Kenapa? Karena seharusnya sudah jadi awal bulan Mei 2024, tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah terbakar karena dibakar atau ada faktor lain," ujar Bahlil.
Ia menambahkan, "Bulan Agustus, saya perintahkan dari Irjen, kami minta investigasi, ternyata ada udang di balik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus. Kita harus hadapi dalam waktu yang tidak lama lagi," pungkas Menteri Bahlil dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan komitmen pemerintah dalam mencapai ketahanan dan kemandirian energi nasional, meski harus menghadapi berbagai tantangan dan tekanan.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia