Refly Harun juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan di Solo tersebut hadir dua orang saksi, yaitu seorang polisi aktif dan dua orang relawan Jokowi.
"Tapi oleh termul digoreng beritanya bahwa BES dan DHL (Damai Hari Lubis) minta maaf," sambung Refly membacakan isi pesan lebih lanjut.
Alasan penolakan meminta maaf, menurut pesan yang dibacakan Refly, adalah karena hingga saat ini Jokowi dinilai tidak menunjukkan kepemilikan ijazah asli, terutama ijazah SMA.
"Dan dalam pertemuan tersebut juga tidak ditunjukkan ijazah aslinya. Ini yang paling penting dan mendasar," pungkas Refly Harun.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia