Fatta bahkan memprediksi akan muncul figur-figur lain yang mengambil peran serupa dalam mengangkat kembali isu ijazah Jokowi ke ruang publik. Pola ini menunjukkan bahwa isu tersebut telah menjadi alat politik yang berulang.
Kaitan Erat dengan Pengaruh Politik Keluarga
Inti dari keberlanjutan isu ini, menurut analisis, sangat terkait dengan posisi dan pengaruh politik keluarga Jokowi di tingkat nasional. Selama pengaruh itu masih kuat, polemik diperkirakan akan terus digulirkan oleh berbagai pihak.
"Saya meyakini bahwa isu ijazah Presiden Jokowi akan terus digulirkan sebagai komoditas politik selama keluarga beliau, Jokowi sendiri, masih memiliki pengaruh signifikan di panggung politik nasional," pungkas Nurul Fatta.
Isu ini menunjukkan bagaimana dokumen pribadi seperti ijazah dapat berubah menjadi alat politik jangka panjang, terutama dalam konteks dinamika kekuasaan dan persaingan di Indonesia.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Pakai Materai Rp100, Sah atau Tidak? Jubir PSI Beri Penjelasan Hukum
Polemik Ijazah Jokowi: Dampak Hukum & Politik Elektoral Menurut Pengamat
Kunjungan Rahasia Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis ke Jokowi di Solo Disebut Aib
Kontroversi Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Analisis Lengkap Tudingan Antek Asing hingga Kekesalan pada Gibran