SBY Ungkap Kekhawatiran Serius Ancaman Perang Dunia Ketiga, Usul Sidang Darurat PBB
Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan kecemasan yang mendalam terhadap arah dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir. Mantan presiden yang dikenal dengan analisis strategisnya ini melihat kemiripan mengkhawatirkan antara kondisi dunia saat ini dengan situasi sebelum meletusnya Perang Dunia Pertama dan Kedua.
Tanda-Tanda Menuju Konflik Global Besar
SBY mengidentifikasi sejumlah tanda yang mengarah pada potensi konflik skala dunia. Tanda-tanda itu antara lain munculnya pemimpin-pemimpin kuat dengan ambisi militer, pembentukan blok-blok persekutuan negara yang saling berhadapan, serta pembangunan kekuatan militer dan persiapan mesin ekonomi perang secara masif.
"Terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," ujar SBY melalui akun media sosial resminya, Senin, 19 Januari 2026.
Ancaman Perang Nuklir dan Kehancuran Total
Kekhawatiran terbesar SBY adalah eskalasi konflik yang berujung pada penggunaan senjata nuklir. Ia mengutip berbagai studi yang memprediksi korban jiwa bisa melampaui lima miliar orang dalam skenario terburuk, yang berarti kehancuran total peradaban manusia.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2029, Target Jadi Partai Politik di 2026
Kasus Ijazah Palsu Jokowi 2026: Sidang, Fakta Hukum, & Perubahan Sikap Eggi Sudjana
Gibran Santai Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Nomor Satu di Netflix
Meutya Hafid Didesak Mundur dari Menkominfo, Gagal Berantas Judi Online?