Ahmad Khozinudin Tegaskan Tolak Damai dengan Jokowi Terkait Kasus Ijazah
Multaqomedia.com - Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Ahmad Khozinudin, menegaskan menutup pintu perdamaian dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perjuangan membongkar kasus ijazah. Khozinudin menyebut ada strategi sistematis untuk memecah belah perjuangan Tim Roy Suryo.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin 26 Januari 2026, Khozinudin menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap Rizal Fadillah, Rustam Efendi, dan Kurnia Tri Royani sebagai tersangka di Polda Metro Jaya pada Kamis 22 Januari 2026 merupakan bagian dari upaya tersebut.
Iming-iming SP3 dan Tawaran Damai
Khozinudin mengungkapkan, terdapat upaya mengiming-imingi pihak tertentu dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). "Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani diiming-imingi SP3 dengan bayaran menghentikan perjuangan," tegasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia