Ia juga mengaku telah dihubungi oleh pihak yang ingin mendamaikannya dengan Jokowi. Namun, Khozinudin dengan keras menolak tawaran tersebut. "Saya tak akan pernah mau berdamai dengan kebohongan, kepalsuan, dan kezaliman," ujarnya.
Tawaran Masif di Berbagai Forum
Lebih lanjut, Khozinudin menyebut bahwa tawaran untuk berdamai dan mendapatkan SP3 tersebut masif disampaikan, baik secara eksplisit maupun implisit, dalam sejumlah dialog di program televisi. "Semua kompak mengajak sowan ke Solo, untuk berdamai dengan tujuan merestorasi ijazah palsu menjadi asli," pungkasnya.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik seiring dengan pernyataan tegas dari tim advokasi untuk terus melanjutkan perjuangan hukum mereka.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia