Perbedaan yang Positif dan Ajakan untuk Bersatu
Prabowo juga menyoroti bahwa perbedaan dan persaingan dalam kehidupan berbangsa adalah hal yang wajar dan bisa bernilai positif. Namun, setelah masa persaingan, langkah terpenting adalah bersatu kembali demi tujuan yang lebih besar.
"Perbedaan adalah baik, persaingan adalah baik. Tetapi setelah bersaing, mari kita bersatu. Bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa," imbuhnya.
Meneladani Sikap Ulama Indonesia
Di akhir pidato, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mencontoh sikap para ulama yang selama ini aktif mempromosikan nilai-nilai saling menghormati, baik antarumat beragama maupun antarkelompok dalam masyarakat.
"Itulah contoh yang diberikan ulama-ulama Indonesia," pungkas Presiden Prabowo Subianto menutup sambutannya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia