Prabowo dan Pergeseran Dukungan Politik
Erizal lebih lanjut menjelaskan bahwa tren ini menunjukkan bukan hanya figur seperti Prabowo Subianto yang terlihat menjaga jarak, tetapi juga partai-partai pendukung serta elemen masyarakat sipil. Langkah-langkah politik yang diambil oleh Jokowi dinilai mulai kehilangan unsur kejutan dan menjadi lebih mudah diprediksi.
"Langkah politik Jokowi mulai mudah dibaca. Tidak seperti dulu lagi," tambahnya.
Strategi yang Dipertanyakan
Analisis ini menggarisbawahi bahwa ketika Jokowi aktif bergerak dan melakukan berbagai manuver, justru ada pihak-pihak yang memilih untuk diam dan menunggu. Kondisi ini menciptakan dinamika di mana oposisi atau kritik mungkin baru akan bergerak signifikan ketika momentum Jokowi dianggap telah mencapai puncak atau justru mulai menurun.
"Besar kemungkinan orang baru akan mulai di saat Jokowi sudah selesai dan kehabisan segalanya," pungkas Erizal menutup analisisnya.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi, Tudingan Dibeli Jokowi Dibalas Laporan Pencemaran Nama Baik
Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Serang Lawan, SMRC Ingatkan Jangan Lanjutkan Tradisi Buruk
Kritik Pedas Mohammad Sobary ke Jokowi: Ijazah UGM dan Nalar Politik yang Dipertanyakan
PDIP Sindir Tahlilan di Rumah Jokowi: Politisasi Agama atau Tradisi?