PDIP Sindir Tahlilan di Rumah Jokowi: Dinilai Ada Unsur Politik dan Politisasi
Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyebut acara tahlilan yang digelar di rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, sebagai bentuk politisasi. Menurutnya, hal ini menciderai tradisi keagamaan yang sakral di Nusantara.
"Video Tahlilan di depan rumah Jokowi yang viral di media sosial, menunjukkan adanya politisasi Tahlilan yang merupakan tradisi keagamaan yang sakral di nusantara," ujar Guntur dalam konfirmasinya pada Selasa, 17 Februari 2026.
Membedah Tuduhan Politisasi Tradisi Agama
Guntur Romli menjelaskan bahwa sejatinya tahlilan adalah komposisi doa yang terdiri dari zikir dan tasbih, dengan tujuan mengagungkan Tuhan. Namun, ia menilai acara di rumah Jokowi telah menyimpang dari makna sakral tersebut.
"Selain dariNya tidak ada yang wajib disembah atau dipuja-puji. Namun Tahlilan di rumah Jokowi dipolitisasi demi kepentingan politik dan pemujaan pada sosok Jokowi," tegasnya.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019