Boroujerdi lebih lanjut menyoroti ancaman yang dilontarkan Israel terhadap negara-negara tetangganya. "Rezim ini juga bukan anggota IAEA, bukan bagian dari NPT, dan telah mengancam seluruh negara tetangganya dengan penggunaan bom nuklir," sambungnya.
Di sisi lain, Dubes Iran menyindir keras realitas di mana Israel, yang dinilainya telah melakukan genosida di Palestina dan Gaza, justru menuding Iran sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.
Boroujerdi menyayangkan kondisi dunia saat ini yang dinilai membiarkan Israel bersama Amerika Serikat merusak tatanan dan hukum internasional. Menurutnya, hal ini dilakukan melalui propaganda yang diikuti dengan agresi militer.
"Ironisnya, kenyataan pahit yang harus disampaikan adalah sebuah pihak, seperti rezim Zionis Israel, memberikan cap kepada Iran sebagai pihak yang berorientasi pada kekerasan dan peperangan," pungkas Mohammad Boroujerdi menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia