Refly Harun Beberkan Analisis Permintaan RJ Rismon Sianipar ke Jokowi, Diduga Terkait Ijazah Jepang
Koordinator Troya, Refly Harun, mengungkapkan kemungkinan di balik permintaan Restorative Justice (RJ) yang diajukan oleh Rismon Sianipar kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Refly menduga adanya tekanan dari relawan Jokowi terkait kasus ijazah Jepang yang menjadikan Rismon memilih berdamai.
"Kemungkinan, adanya relawan Jokowi yang menekan Rismon melalui ijazah Jepang miliknya," ujar Refly Harun pada Jumat (13/3/2026).
Komunikasi Terputus dan Penjelasan Pengacara
Refly mengaku telah mencoba menghubungi Rismon Sianipar via WhatsApp, namun pesannya hanya tercentang satu dan telepon tidak dapat dihubungi. Informasi lebih lanjut ia dapatkan dari pengacara yang dekat dengan Rismon, yaitu Jahmada Girsang.
"Melalui telepon, Jahmada Girsang menjelaskan Rismon ada aspirasi dari keluarga yang menginginkan kasusnya selesai," tutur Refly. Namun, pernyataan ini ia nilai perlu dianalisis lebih mendalam.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia