Erizal menekankan perbedaan status kehadiran Anies dengan tamu undangan resmi lainnya seperti Yenny Wahid, Jimly Asshiddiqie, dan Sufmi Dasco Ahmad. "Tapi, khusus untuk Anies Baswedan perlu diketahui publik, terutama pihak Istana, bahwa ia tamu tak diundang," jelasnya.
Motif Politik di Balik Pertemuan
Analis politik menduga ada motif pencarian "poin" politik dari pihak Anies Baswedan dalam pertemuan ini. Dugaan ini menguat karena dokumentasi pertemuan Anies dengan SBY dan AHY pertama kali diunggah oleh Merry Riana, motivator yang kini bergabung dengan Partai Demokrat.
"Kalau tak diklarifikasi, bahwa Anies tidak diundang, maka bobot politiknya memang akan jauh berbeda," kata Erizal. Klarifikasi dari Partai Demokrat dinilai penting untuk memberikan sinyal yang jelas ke lingkaran dalam Istana, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Implikasi terhadap Hubungan Koalisi
Erizal mengingatkan bahwa AHY sendiri sebelumnya selalu meminta izin kepada Prabowo ketika akan melakukan kunjungan daerah, agar tidak disalahartikan sebagai manuver politik. "Masak mengundang Anies, lalu diam-diam saja?" pungkasnya. Pernyataan ini mengindikasikan kepekaan situasi koalisi dan pentingnya transparansi dalam setiap langkah politik.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Sebut Ada Pihak di Lingkaran Istana yang Perlambat Aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE)
LMND Beri 7 Saran Strategis ke Prabowo untuk Wujudkan Pasal 33 UUD 1945 dan Ekonomi Berkeadilan
Jasa PAN ke Prabowo Bikin Zulkifli Hasan Kebal Reshuffle? Ini Analisisnya
Susi Pudjiastuti Desak Prabowo Tertibkan Mafia Perikanan di Tengah Wacana Pembentukan Badan Ekspor