Erizal menekankan perbedaan status kehadiran Anies dengan tamu undangan resmi lainnya seperti Yenny Wahid, Jimly Asshiddiqie, dan Sufmi Dasco Ahmad. "Tapi, khusus untuk Anies Baswedan perlu diketahui publik, terutama pihak Istana, bahwa ia tamu tak diundang," jelasnya.
Motif Politik di Balik Pertemuan
Analis politik menduga ada motif pencarian "poin" politik dari pihak Anies Baswedan dalam pertemuan ini. Dugaan ini menguat karena dokumentasi pertemuan Anies dengan SBY dan AHY pertama kali diunggah oleh Merry Riana, motivator yang kini bergabung dengan Partai Demokrat.
"Kalau tak diklarifikasi, bahwa Anies tidak diundang, maka bobot politiknya memang akan jauh berbeda," kata Erizal. Klarifikasi dari Partai Demokrat dinilai penting untuk memberikan sinyal yang jelas ke lingkaran dalam Istana, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Implikasi terhadap Hubungan Koalisi
Erizal mengingatkan bahwa AHY sendiri sebelumnya selalu meminta izin kepada Prabowo ketika akan melakukan kunjungan daerah, agar tidak disalahartikan sebagai manuver politik. "Masak mengundang Anies, lalu diam-diam saja?" pungkasnya. Pernyataan ini mengindikasikan kepekaan situasi koalisi dan pentingnya transparansi dalam setiap langkah politik.
Artikel Terkait
BMI Investigasi Aktor Intelektual & Pendana Kanal YouTube Tuduh AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Beberkan 3 Masalah Besar Rismon Usai Restorative Justice Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil Tak Pernah Masak Soal Imbauan Matikan Kompor Gas
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Dokter Tifa Bantah Kabar Mundur & Siap Luncurkan Riset Neuro Politika