Pernyataan Saiful Mujani Dinilai Makar, Aktivis: Bisa Picu Instabilitas Nasional
Pernyataan kontroversial dari pengamat politik Saiful Mujani yang menyerukan penjatuhan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai respons keras. Aktivis Yulian Paonganan atau yang akrab disapa Ongen menilai pernyataan tersebut telah memasuki ranah serius dan berpotensi dikategorikan sebagai tindakan makar.
Ongen menegaskan bahwa ajakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah bukanlah bentuk kritik politik biasa, melainkan sebuah delegitimasi terhadap hasil demokrasi Pemilu 2024.
"Kalau kritik itu sah dalam demokrasi. Tapi kalau sudah menyerukan menjatuhkan pemerintahan, itu bukan lagi kritik, itu sudah masuk wilayah makar," tegas Ongen dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Kaitkan dengan Dukungan Pilpres 2024
Ongen mengaitkan sikap Saiful Mujani dengan posisi politiknya di Pilpres 2024 lalu. Ia menyebut publik mengetahui bahwa Saiful Mujani merupakan pendukung Ganjar Pranowo, kandidat yang kalah dalam kontestasi tersebut.
"Publik harus tahu konteksnya. Saiful Mujani adalah pendukung Ganjar di Pilpres 2024. Jangan sampai kekecewaan politik kemudian diarahkan menjadi ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah," ujarnya.
Menurutnya, dalam sistem demokrasi, ketidakpuasan terhadap hasil pemilu seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional, bukan dengan membangun narasi yang mendeligitimasi kekuasaan.
Artikel Terkait
Isu Kerenggangan Prabowo dan Dasco: Dampak pada Pemerintahan 2026 dan Pintu Masuk Aktor Lama
Harga BBM Tidak Naik! Kebijakan Prabowo Subianto Diapresiasi Saat Minyak Dunia Melonjak
Istana Abaikan Seruan Saiful Mujani, Prabowo Fokus Kerja Strategis
Fahri Hamzah Tolak Seruan Makar Saiful Mujani: Kita Perlu Kompak