Kenaikan Harga BBM Bahlil Lahadalia Picu Gelombang Protes, Disebut 'Dosa Baru'
Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memantik gelombang protes keras. Langkah ini dinilai sebagai langkah yang memberatkan rakyat dan berpotensi mencoreng citra pemerintahan.
Analisis Pakar: Bukan Hal Mengejutkan
Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menilai kebijakan kontroversial Bahlil ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Menurut catatannya, Bahlil memang kerap menelurkan aturan yang dinilai mencekik masyarakat.
"Menteri itu kan seharusnya punya tugas membantu tugas Presiden, bukan malah sebaliknya," tegas Igor dalam pernyataannya.
Rekam Jejak Kontroversial di Sektor Energi
Rekam jejak Bahlil di sektor energi telah lama menuai sorotan. Igor Dirgantara menyinggung berbagai kasus, mulai dari pembatasan distribusi gas Elpiji 3 kilogram yang sempat mengguncang pasar, hingga kasus tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang berujung pada pembekuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebuah perusahaan.
Rentetan kontroversi ini, menurut analisis Igor, sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak reputasi pemerintahan di mata publik.
Artikel Terkait
Jokowi-Prabowo Diduga Pecah Kongsi Usai Dadan Hindayana Dicopot dan Dijerat Tersangka Korupsi
Kritik Ratna Sarumpaet ke Nanik S Deyang: Integritas Kepala BGN Dipertanyakan
Strategi Turun Gunung Jokowi: Misi Cari Keselamatan Politik untuk Keluarga di 2029
17 Dubes Asing Tunggu 8 Bulan Serahkan Surat Kepercayaan ke Prabowo, Dino Patti Djalal Angkat Bicara