Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah dan Kekecewaan di Balik Layar Kekuasaan
Pengamat politik menilai sikap terbuka Jusuf Kalla (JK) yang menyentil perannya dalam suksesi Joko Widodo (Jokowi) merupakan bentuk kekecewaan pribadi. Menurut analisis, mantan Wapres itu merasa kontribusinya dalam mengantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan tidak dihargai.
Akumulasi Kekecewaan yang Meledak di Publik
Efriza dari Citra Institute menyatakan, kemarahan JK yang sampai membuka percakapan privat di WhatsApp adalah reaksi yang wajar. Kekecewaan ini didorong oleh serangkaian isu, mulai dari narasi bahwa JK mendanai kasus ijazah Jokowi hingga tuduhan penistaan agama dari ceramahnya di UGM.
"Akumulasi ini menyerang JK karena sikapnya yang keras dalam mengkritik untuk membela kepentingan rakyat," ujar Efriza.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia