Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah dan Kekecewaan di Balik Layar Kekuasaan
Pengamat politik menilai sikap terbuka Jusuf Kalla (JK) yang menyentil perannya dalam suksesi Joko Widodo (Jokowi) merupakan bentuk kekecewaan pribadi. Menurut analisis, mantan Wapres itu merasa kontribusinya dalam mengantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan tidak dihargai.
Akumulasi Kekecewaan yang Meledak di Publik
Efriza dari Citra Institute menyatakan, kemarahan JK yang sampai membuka percakapan privat di WhatsApp adalah reaksi yang wajar. Kekecewaan ini didorong oleh serangkaian isu, mulai dari narasi bahwa JK mendanai kasus ijazah Jokowi hingga tuduhan penistaan agama dari ceramahnya di UGM.
"Akumulasi ini menyerang JK karena sikapnya yang keras dalam mengkritik untuk membela kepentingan rakyat," ujar Efriza.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq