Selain masalah teknis, Amien juga menyoroti aspek pembiayaan. Ia mengingatkan bahwa proyek ini telah menelan anggaran puluhan triliun rupiah sejak awal pembangunan. Ia mempertanyakan kelanjutan pendanaan, terutama dari investor asing yang dinilai belum menunjukkan realisasi signifikan di lapangan.
Dalam kritiknya, Amien turut menyinggung era Joko Widodo, khususnya terkait klaim masuknya investor asing ke proyek IKN. Menurut Amien, optimisme yang digemborkan sebelumnya tidak sepenuhnya tercermin dalam realisasi pembangunan.
Puncaknya, ia menyebut target Presiden Prabowo untuk berkantor di IKN sebagai tantangan yang sangat berat. Dengan nada skeptis, Amien menyatakan proyek ini berpotensi menjadi "mission impossible" jika berbagai persoalan tidak ditangani secara serius dan terukur.
Meski demikian, Amien tetap membuka ruang untuk koreksi. Ia menyatakan siap mengakui kekeliruan jika proyek IKN benar-benar berhasil sesuai target yang ditetapkan.
Pernyataan ini menambah deretan suara kritis terhadap proyek IKNāsebuah megaproyek yang tidak hanya menguji kemampuan teknis pembangunan, tetapi juga daya tahan politik, ekonomi, dan kepercayaan publik.
Artikel Terkait
Fahri Hamzah: Prabowo Seharusnya Jadi Presiden Sejak 25 Tahun Lalu, Kini Siap Bawa Indonesia Jadi Superpower
Gema Nasional Desak Pemerintah Copot Dirut KAI Bobby Rasyidin Akibat Rentetan Insiden Fatal
Sri Bintang Pamungkas Sebut Amien Rais Terlambat Bongkar Isu Orientasi Seksual Teddy Indra Wijaya, Para Jenderal TNI Sudah Lama Tahu
Ade Armando Mundur dari PSI demi Selamatkan Partai dari Polemik dengan Jusuf Kalla