Selain masalah teknis, Amien juga menyoroti aspek pembiayaan. Ia mengingatkan bahwa proyek ini telah menelan anggaran puluhan triliun rupiah sejak awal pembangunan. Ia mempertanyakan kelanjutan pendanaan, terutama dari investor asing yang dinilai belum menunjukkan realisasi signifikan di lapangan.
Dalam kritiknya, Amien turut menyinggung era Joko Widodo, khususnya terkait klaim masuknya investor asing ke proyek IKN. Menurut Amien, optimisme yang digemborkan sebelumnya tidak sepenuhnya tercermin dalam realisasi pembangunan.
Puncaknya, ia menyebut target Presiden Prabowo untuk berkantor di IKN sebagai tantangan yang sangat berat. Dengan nada skeptis, Amien menyatakan proyek ini berpotensi menjadi "mission impossible" jika berbagai persoalan tidak ditangani secara serius dan terukur.
Meski demikian, Amien tetap membuka ruang untuk koreksi. Ia menyatakan siap mengakui kekeliruan jika proyek IKN benar-benar berhasil sesuai target yang ditetapkan.
Pernyataan ini menambah deretan suara kritis terhadap proyek IKNāsebuah megaproyek yang tidak hanya menguji kemampuan teknis pembangunan, tetapi juga daya tahan politik, ekonomi, dan kepercayaan publik.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia