Amir menduga kapal tanker Iran berukuran sangat besar (VLCC) memasuki wilayah perairan Indonesia dengan pola pelayaran yang tidak lazim. Kapal-kapal tersebut diduga mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS), sebuah metode yang sering dikaitkan dengan operasi berisiko tinggi dalam intelijen maritim.
Menurut Amir, pola ini menjadi indikator awal bahwa pergerakan tersebut bukan aktivitas komersial biasa. "Dalam praktik intelijen, setiap upaya menghindari pelacakan biasanya berkaitan dengan sensitivitas politik atau ekonomi tingkat tinggi," jelasnya.
Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi domestik. Dalam konteks ini, Iran menjadi alternatif yang menarik secara ekonomi dan politik. Sebagai negara yang berada di bawah tekanan sanksi Barat, Iran cenderung menawarkan harga lebih kompetitif serta skema perdagangan yang fleksibel.
Artikel Terkait
Sri Bintang Pamungkas Viral: Komentar Pedas soal Kediaman Prabowo di Hambalang
Fahri Hamzah: Prabowo Seharusnya Jadi Presiden Sejak 25 Tahun Lalu, Kini Siap Bawa Indonesia Jadi Superpower
Gema Nasional Desak Pemerintah Copot Dirut KAI Bobby Rasyidin Akibat Rentetan Insiden Fatal
Sri Bintang Pamungkas Sebut Amien Rais Terlambat Bongkar Isu Orientasi Seksual Teddy Indra Wijaya, Para Jenderal TNI Sudah Lama Tahu