Uskup Agung Merauke Buka Suara: Film Pesta Babi Dinilai Propaganda dan Fitnah

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:00 WIB
Uskup Agung Merauke Buka Suara: Film Pesta Babi Dinilai Propaganda dan Fitnah

Kontroversi Film 'Pesta Babi': Uskup Agung Merauke Angkat Bicara Soal Propaganda dan Fitnah

MULTAQOMEDIA.COM - Kontroversi film dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme Zaman Kita' memicu reaksi keras dari Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi. Pemimpin Gereja Katolik di Merauke ini menilai film tersebut menyajikan sudut pandang tidak berimbang dan cenderung menggiring opini publik terkait proyek pembangunan di Papua Selatan.

Dalam pernyataannya, Uskup Agung Mandagi menyebut film itu mengabaikan pandangan pihak Gereja Katolik yang selama ini berada langsung di tengah masyarakat Papua. Ia bahkan menuding dokumenter tersebut sarat kepentingan politik dan hanya mengangkat narasi tertentu.

Film 'Pesta Babi' menyoroti perluasan kawasan pangan dan perkebunan kelapa sawit yang disebut berdampak terhadap lahan adat masyarakat Papua. Dalam film tersebut juga digambarkan perubahan kawasan hutan adat menjadi area industri berskala besar. Namun, Uskup Agung Mandagi justru mempertanyakan metode pengambilan informasi dalam film tersebut. Ia menilai pembuat film tidak mencari pandangan langsung dari pihak gereja di wilayah Merauke yang dianggap memahami situasi lapangan.

“Mengapa mereka tidak bertanya kepada uskup atau pastor-pastor yang bertugas di lapangan. Mereka hanya mendengar pihak-pihak yang memiliki tujuan yang sama dengan pembuat film tersebut,” tanya dia dalam sebuah wawancara video yang dirilis oleh Keuskupan Agung Merauke.

Persoalan PSN dan Gereja Papua Jadi Sorotan

Polemik film ini juga menyeret perbedaan pandangan di lingkungan Gereja Katolik sendiri terkait proyek pembangunan di Papua. Dalam dokumenter tersebut, terdapat wawancara dengan Bernardus Bofitwos Baru yang dikenal vokal mengkritik dampak sosial dan lingkungan dari proyek berskala besar di Papua.


Halaman:

Komentar