"Tapi, itu sudah tak berpengaruh apa-apa lagi," tambahnya.
Menurut Erizal, fenomena ini sudah terlihat sejak lama. Ia mencontohkan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka yang hingga kini masih tertinggal dari tokoh lain seperti Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan, meskipun Gibran sudah menjabat sebagai Wakil Presiden dan dikenal luas sebagai putra Jokowi.
"Misalnya, saat ini, mana ada elektabilitas Gibran itu naik secara signifikan. Ia masih berada di bawah Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan. Padahal Gibran sudah di posisi Wapres. Semua orang se-Indonesia juga sudah tahu bahwa ia anaknya Jokowi," ujar Erizal.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Jokowi berencana melakukan safari politik keliling Indonesia pada Juni mendatang. Rencananya, kunjungan akan dimulai dari tiga provinsi, yaitu Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat, sekaligus mengunjungi DPD PSI di masing-masing daerah.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia