"Tapi, itu sudah tak berpengaruh apa-apa lagi," tambahnya.
Menurut Erizal, fenomena ini sudah terlihat sejak lama. Ia mencontohkan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka yang hingga kini masih tertinggal dari tokoh lain seperti Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan, meskipun Gibran sudah menjabat sebagai Wakil Presiden dan dikenal luas sebagai putra Jokowi.
"Misalnya, saat ini, mana ada elektabilitas Gibran itu naik secara signifikan. Ia masih berada di bawah Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan. Padahal Gibran sudah di posisi Wapres. Semua orang se-Indonesia juga sudah tahu bahwa ia anaknya Jokowi," ujar Erizal.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Jokowi berencana melakukan safari politik keliling Indonesia pada Juni mendatang. Rencananya, kunjungan akan dimulai dari tiga provinsi, yaitu Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat, sekaligus mengunjungi DPD PSI di masing-masing daerah.
Artikel Terkait
Jokowi Mulai Safari Politik Nasional 2026 dari Lampung, Ini Alasannya
Prabowo Gunakan APBN untuk Sapi Kurban Iduladha 2026: Perspektif Hukum Islam dan Tata Negara
Razman Bongkar Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi: Upaya Melemahkan Dukungan Rakyat
Safari Politik Jokowi: Strategi Pamer Massa demi Gibran di Pilpres 2029