MULTAQOMEDIA.COM - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Indonesia telah berubah menjadi negara otoriter populis selama periode kedua kepemimpinan Jokowi.
Pernyataan ini disampaikan Hasto saat memberikan amanat dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Masjid At Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6/2026).
Menurut Hasto, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk melakukan kontemplasi dan pertanyaan kritis. Hal ini penting untuk melihat realitas yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara saat ini.
Ia mempertanyakan apakah falsafah dan nilai-nilai Pancasila telah benar-benar dipahami sebagai landasan kebijakan politik terpenting oleh negara. Hasto menyayangkan bahwa demokrasi politik dan ekonomi yang menjadi substansi pokok demokrasi Indonesia kini berubah menjadi demokrasi yang sentralistik.
"Kita sangat menyesalkan bahwa demokrasi politik dan ekonomi yang terkandung sebagai substansi pokok demokrasi Indonesia, kini berubah menjadi demokrasi yang sentralistik," ujar Hasto dalam amanatnya.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019