MULTAQOMEDIA.COM - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyampaikan pandangan mendalam terkait falsafah dan nilai-nilai Pancasila, khususnya mengenai kondisi demokrasi politik di Indonesia saat ini.
Hasto mengkritik keras perubahan arah demokrasi Indonesia. Ia menyesalkan bahwa substansi demokrasi politik dan ekonomi yang seharusnya menjadi inti dari sistem demokrasi Indonesia, kini telah bergeser menjadi demokrasi yang sentralistik.
"Terlebih pada periode kedua Presiden Jokowi, Indonesia berubah menjadi negara otoriter yang populis," tegas Hasto dalam pidatonya di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).
Artikel Terkait
Hasto Kritik Pasal 33 UUD 1945: Kekayaan Alam Papua dan Aceh Belum Sejahterakan Rakyat
PDIP Tuding Indonesia Jadi Negara Otoriter Populis di Periode Kedua Jokowi
Megawati Berduka: Kenangan Mendalam Bersama Ryamizard Ryacudu, Sang Patriot Sejati
Ancaman Geopolitik Indonesia: Yusril & Pakar Bongkar Kerentanan Negara di Tengah Perebutan Pengaruh AS-China