Lebih lanjut, ia menyoroti sistem hukum yang dinilai telah kehilangan watak keadilannya. Menurut Hasto, sistem hukum yang seharusnya menjunjung tinggi keadilan, kini justru tunduk pada kekuasaan. Ia menambahkan bahwa aparat penegak hukum dan seluruh aparatur negara telah diturunkan derajatnya menjadi alat mobilisasi elektoral dan pelindung elite kekuasaan.
"Ini yang terjadi pada Pemilu 2024 yang lalu. Maka di dalam Rakernas, PDI Perjuangan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perubahan watak kekuasaan akibat ambisi kekuasaan," ujarnya.
Hasto juga menyoroti maraknya kasus kriminalisasi politik hukum. Ia menegaskan bahwa kondisi ini memunculkan kritik kuat bahwa tanpa supremasi hukum, tidak akan ada bangunan politik yang kokoh dan sistem perekonomian yang mampu tumbuh untuk kemakmuran rakyat.
Dia menegaskan, sistem hukum yang berkeadilan adalah fondasi pokok negara. "Tanpanya, tidak akan ada penghormatan terhadap kemanusiaan, kerakyatan dan keadilan. Tanpa hukum yang berkeadilan, semua menjadi mahal dan penuh ketidakpastian," pungkasnya.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019