Reza merasa tersinggung berat atas pernyataan Syahariah di grup WA yang dinilai kasar dan menyerang ranah pribadi.
Meskipun Syahariah telah berdalih bahwa ucapannya spontan akibat tensi politik pembentukan hak angket yang mendesak, Reza tetap merasa tersinggung.
Tensi rapat formal bahkan sempat memanas hingga Reza harus ditarik keluar ruangan oleh rekan sejawatnya untuk menenangkan diri.
Tahapan penanganan perkara oleh BK DPRD Kaltim:
- Pihak pelapor secara gamblang menegaskan untuk tetap melanjutkan perkara ini ke jalur hukum etik daripada mengambil opsi damai.
- BK mewajibkan pelapor melengkapi seluruh dokumen pendukung dan bukti digital sebelum menyusun jadwal sidang resmi.
- BK tengah berpacu dengan waktu untuk menyinkronkan jadwal rapat internal di sela-sela kesibukan menjelang masa reses dewan.
- Meskipun pelapor bersikeras, pihak BK tetap membuka ruang mediasi kekeluargaan agar ketegangan politik ini bisa mereda tanpa sanksi berat.
“Saya mohon maaf kalau agak kasar. Saya bukan orang kasar, tapi dalam kondisi tertentu saya harus berbicara seperti itu,” ucap Syahariah Mas'ud saat memberikan klarifikasi di depan forum rapat."
Artikel Terkait
17 Dubes Asing Tunggu 8 Bulan Serahkan Surat Kepercayaan ke Prabowo, Dino Patti Djalal Angkat Bicara
Seskab Teddy Dinilai Keliru Tanggapi Kritik Dino, Emrus: Itu Tugas Bakom, Bukan Sekretaris Kabinet
Anies Bela Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo: Bukan Diplomat Karbitan
Ancaman Tersirat ke Prabowo: Kisah di Balik Gibran Rakabuming Jadi Cawapres 2024