Noel menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi pasar saham yang sedang tertekan sebagai indikator awal gejolak sosial.
"Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan kita juga udah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial yang indikatornya adalah gejolak ekonomi," ungkapnya.
Karena itu, ia mengingatkan Prabowo agar berhati-hati dalam memilih sekutu politik. Pemerintahan membutuhkan mitra yang memiliki komitmen dan loyalitas sejati, bukan sekadar kedekatan karena kepentingan jabatan atau uang.
"Jangan cari partai yang ke sana ke mari dan jangan cari kawan yang hanya orientasinya jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatan udah luar biasa," pungkasnya.
Latar Belakang dan Analisis Politik Terkini
Pernyataan Noel muncul di tengah dinamika politik nasional yang semakin panas. Baru-baru ini, hubungan Prabowo dengan berbagai pihak, termasuk PDIP dan kelompok Islam garis keras, menjadi sorotan publik. Saran ini juga datang setelah adanya spekulasi tentang ketegangan internal koalisi pemerintahan dan isu-isu ekonomi yang membebani masyarakat.
Apakah Prabowo akan mengikuti saran ini dan merangkul PDIP serta Habib Rizieq secara lebih intens? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun, peringatan Noel tentang potensi '98 Jilid 2' menjadi alarm bagi pemerintahan saat ini untuk lebih waspada terhadap gejolak yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia