Menurut Bahlil, panggilan "kanda-dinda" sudah menjadi budaya yang melekat di lingkungan HIPMI. "Tadi kita ada aspirasi, Pak, katanya panggilan 'kanda-dinda' itu sebenernya di Hipmi, Pak," jelasnya. Ia menambahkan bahwa sapaan akrab ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara HIPMI dan Presiden, sehingga berbagai gagasan serta aspirasi organisasi dapat tersampaikan dengan lebih lancar.
"Biar lebih dekat, Pak, supaya olahannya cepat masuk," ungkap Bahlil yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Munas HIPMI tahun ini mengusung tema "Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional" dan dihadiri lebih dari 2.000 peserta. Selain membahas agenda organisasi, Munas XVIII HIPMI juga akan menentukan kepemimpinan baru BPP HIPMI untuk periode 2026-2029. Empat kandidat yang bersaing memperebutkan kursi ketua umum adalah Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afi Kalla, dan Anthony Leong.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia