Subhan menjelaskan bahwa publik akan menyoroti secara detail persyaratan pencalonan yang ditetapkan oleh KPU. Proses verifikasi dokumen menjadi sorotan utama, terutama setelah munculnya polemik terkait keaslian dokumen Joko Widodo saat mendaftar di pemilu sebelumnya. Hal ini dinilai akan mempersulit upaya manipulasi dokumen pencalonan di masa depan.
"Publik dan lembaga pengawas pemilu pasti akan menyoroti proses verifikasi dokumen ini. Publik tidak ingin kejadian 10 tahun lalu dimana proses verifikasi berkas pencalonan Joko Widodo tidak diverifikasi sesuai aturan. Akibatnya sekarang menimbulkan polemik," ujar Subhan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis malam, 11 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi ini akan mendorong pihak sponsor Gibran untuk mencari figur alternatif yang lebih aman secara administratif. Jika tetap ingin mempertahankan trah keluarga Joko Widodo, maka pilihan paling realistis adalah mengusung Kaesang Pangarep.
"Trah Jokowi tetap akan dipakai dalam kontestasi pilpres nanti. Tapi pilihannya bukan Gibran. Tim pendukung akan mencari cara yang lebih aman untuk tetap mengikuti kontestasi politik lima tahunan itu. Caranya mengganti Gibran dengan Kaesang sebagai salah satu kontestan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia