KSP Bongkar Dugaan Jual Beli Titik SPPG, Keuntungan Capai Rp3,5 Miliar Per Lokasi
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini berawal dari ketidaksesuaian antara jumlah dapur yang beroperasi dengan jumlah penerima manfaat.
Secara ideal, satu dapur SPPG melayani 3.000 penerima manfaat. Namun, di lapangan ditemukan banyak dapur yang hanya melayani 1.000 hingga 1.500 penerima manfaat. "Kalau kita hitung, dapur ini sekarang ada 27.877 yang operasional. Penerima manfaat sekitar 63 juta. Kalau satu dapur melayani 3.000, seharusnya hanya butuh 22 ribu dapur, bukan 27 ribu. Nah, 5.000 ini ke mana? Inilah yang terjadi, yang harusnya 3.000 menjadi 1.500," ungkap Dudung dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
KSP juga menyoroti kebijakan penetapan titik SPPG yang dinilai menyimpang dari ketentuan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, hanya 30 kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, pejabat sebelumnya menetapkan definisi tambahan bahwa desa yang berjarak lebih dari 30 menit dari SPPG terdekat dianggap belum terlayani. Hal ini melahirkan 8.617 titik melalui surat keputusan kepala badan terdahulu.
Artikel Terkait
Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan dalam Diplomasi Luar Negeri Prabowo, Teddy Justru Ikut
Survei Adidaya Institute 2026: Elektabilitas Capres 2029, Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Kuda Hitam Cawapres
Korupsi BGN: Pintu Masuk Prabowo Bersihkan Lingkaran Dalam dan Kroni
Skenario Paling Realistis Gibran-Bahlil Maju Pilpres 2029: Analisis Peluang dan Kekuatan Politik