MULTAQOMEDIA.COM - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat. Spekulasi ini disebut tidak lepas dari ketegangan politik antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan kelompok yang dikenal sebagai Geng Solo atau kubu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an, mengamati bahwa suhu politik nasional mulai memanas. Pemicunya adalah sikap PDIP yang dinilai tidak tegas dalam menentukan arah politik. Partai berlambang banteng moncong putih itu lebih memilih istilah "mitra penyeimbang pemerintah" daripada menyatakan diri sebagai oposisi.
Menurut Ali, posisi dilematis PDIP ini tidak terlepas dari hubungan harmonis antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra. Hubungan keduanya disebut masih terjaga baik hingga saat ini.
"Meskipun harus diakui, posisi PDIP itu dilema, karena hubungan Ibu Mega dengan Pak Prabowo selama ini baik. Beda dengan zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang saat itu hubungannya tidak baik," ujar Ali di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Artikel Terkait
Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35%, Ancam Prabowo: Siap Berlabuh ke Anies jika Diasingkan Gerindra di Pilpres 2029?
Jokowi Siapkan PSI sebagai Kendaraan Politik Gibran untuk Pilpres 2029: Skenario dan Kalkulasi di Tengah Ketidakpastian
Prabowo Wajibkan Bahasa Asing Sejak SD: Ini 7 Bahasa yang Akan Diajarkan untuk Cetak Generasi Unggul
Said Didu: Jokowi Turun Langsung Siapkan Gibran Maju Capres 2029, Politik Masuki Fase To Kill or To Be Killed