"Selama presiden terus begini, tidak mampu mengontrol orang-orang dekatnya, tidak membiasakan diri turun melihat masyarakat, dan membiarkan orang lain mengambil panggung, mendingan tidak usah maju," ujarnya.
Connie bahkan mengingatkan bahwa pencalonan kembali tanpa pembenahan di internal pemerintahan dapat menjadi risiko politik yang serius bagi presiden.
"Daripada maju sehari tapi diturunkan dalam 24 jam, itu kan tidak lucu," kata dia.
Di tengah berbagai protes dan persoalan ekonomi yang disebutnya berkembang di masyarakat, Connie juga menyoroti manuver sejumlah tokoh di sekitar kekuasaan. Ia menyebut adanya sosok yang dianalogikannya sebagai "Raja Wannabe", yang justru memanfaatkan situasi dengan melakukan safari politik ke berbagai daerah.
Bagi Connie, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya presiden memperoleh informasi langsung dari masyarakat dan tidak hanya mengandalkan laporan dari para pembantunya. Ia menilai realitas sosial di lapangan perlu menjadi salah satu pijakan utama dalam menentukan kebijakan sekaligus menjaga dukungan publik terhadap pemerintahan.
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Menteri Perumahan Ara Gagal dan Dianggap Buangan PDIP, Ini Faktanya!
Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Jokowi Tegaskan Patuhi Aturan Keprotokolan, Bantah Ada Keretakan dengan Prabowo
Prabowo di Ambang Chaos? Analisis Lengkap Risiko Tata Kelola, Bayang-Bayang Jokowi, hingga Ancaman Perang Informasi
Benny K. Harman Hina Wartawan dengan Ucapan Otak Kamu Ada Gak? – KWP Kecam Keras dan Ancam Lapor ke MKD