MULTAQOMEDIA.COM - Langkah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang gencar membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan sekadar upaya untuk meloloskan partai tersebut ke Senayan. Manuver ini disebut sebagai bagian dari kalkulasi politik Jokowi dalam menghadapi ketidakpastian menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai Jokowi tengah menyiapkan sejumlah skenario politik, terutama untuk memastikan keberlanjutan karier politik putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Djayadi, posisi Gibran sebagai wakil presiden petahana belum otomatis menjamin dirinya kembali mendapatkan tiket sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2029. Oleh karena itu, Jokowi dinilai perlu menyiapkan alternatif sejak dini.
"Pak Jokowi harus siapkan diri dari sekarang. Banyak tantangan untuk memajukan kembali Gibran sebagai Cawapres Pak Prabowo di 2029. Maka solusinya buat Pak Jokowi hari ini adalah menyiapkan partai PSI," ujar Djayadi dalam channel Youtube Total Politik yang tayang pada Kamis (13/8/2026).
Djayadi menjelaskan salah satu skenario yang harus diperhitungkan Jokowi adalah apabila Presiden Prabowo Subianto memutuskan kembali maju dalam Pilpres 2029. Dalam situasi tersebut, peluang Gibran untuk kembali menjadi pendamping Prabowo dinilai tidak mudah. Salah satu alasannya adalah pola pergantian wakil presiden dari periode pertama ke periode kedua yang terjadi pada era pemilihan langsung.
"Kita baru punya dua presiden di era pemilihan langsung, yaitu Pak SBY dan Pak Jokowi. Kebiasaannya, periode satu sama periode dua itu beda wakil presidennya," kata Djayadi.
Selain faktor historis, perebutan posisi cawapres juga akan menjadi persoalan. Partai-partai yang saat ini berada dalam pemerintahan Prabowo, seperti Golkar, PAN, dan Demokrat, dinilai memiliki kepentingan masing-masing menjelang Pilpres 2029.
"Setiap partai itu pasti kepengin dong, kalau enggak jadi presiden ya jadi wakil presiden. Mereka akan berlomba mencari posisi sebagai Cawapres Pak Prabowo," ujarnya.
Artikel Terkait
Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 35%, Ancam Prabowo: Siap Berlabuh ke Anies jika Diasingkan Gerindra di Pilpres 2029?
Prabowo Wajibkan Bahasa Asing Sejak SD: Ini 7 Bahasa yang Akan Diajarkan untuk Cetak Generasi Unggul
Said Didu: Jokowi Turun Langsung Siapkan Gibran Maju Capres 2029, Politik Masuki Fase To Kill or To Be Killed
Prabowo Gencar Optimalkan Pajak: Warisan Utang Jokowi Rp10.000 Triliun dan Tekanan Fiskal yang Memaksa Rakyat Urunan