Denny Indrayana selaku penggagas sayembara kembali meningkatkan nominal hadiah secara signifikan. Jika sebelumnya hadiah naik bertahap dari Rp100 juta ke Rp350 juta, kini angka tersebut melonjak drastis menjadi Rp1.051.050.000. Kenaikan ini dipicu oleh adanya donasi berupa wakaf tanah senilai Rp700 juta yang telah diverifikasi kebenarannya.
Kronologi Polemik Ijazah SMA Gibran
Isu ini bermula dari fakta bahwa Gibran Rakabuming Raka menempuh pendidikan menengahnya di luar negeri, tepatnya di Orchid Park Secondary School, Singapura. Ia menyelesaikan ujian O-Level yang dalam sistem pendidikan Singapura merupakan tahap akhir dari jenjang sekolah menengah.
Namun, keabsahan ijazah tersebut menjadi sorotan karena syarat pencalonan wakil presiden di Indonesia mengharuskan minimal lulusan SMA atau sederajat. Proses penyetaraan dokumen pendidikan luar negeri milik Gibran pun digugat ke ranah hukum, baik melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun Pengadilan Negeri.
Mengapa Sayembara Ini Penting?
Sayembara berhadiah Rp1 miliar ini bukan sekadar permainan uang, melainkan sebuah ujian transparansi bagi pejabat publik. Publik berhak mengetahui keabsahan dokumen pendidikan para pemimpinnya. Hingga saat ini, belum ada pihak yang berhasil menunjukkan bukti fisik ijazah SMA Gibran, sehingga polemik ini diprediksi akan terus bergulir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun ruang sidang.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia