Rupiah Sentuh Rp17.000, Menkeu Purbaya Tegaskan: "Boro-boro Krisis, Resesi Saja Belum!"
MULTAQOMEDIA.COM - Pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS tidak mencerminkan kondisi ekonomi domestik yang memburuk. Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih dalam fase ekspansi dengan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.
Pada pembukaan perdagangan Senin, 9 Maret 2026, Rupiah tercatat melemah ke posisi Rp17.017 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg. Sementara itu, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia berada di level Rp16.919 per dolar AS.
Menkeu: Pelemahan Rupiah Karena Persepsi Keliru
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pelemahan Rupiah ini dipicu oleh persepsi sebagian pihak yang keliru, yang menganggap ekonomi Indonesia menuju resesi. Pandangan ini bertolak belakang dengan kondisi riil di dalam negeri.
"Rupiah 17 ribu karena sebagian teman-teman ekonomi bilang katanya kita sudah resesi mulai 1998 lagi. Yang itulah, daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian," tegas Purbaya di Tanah Abang, Jakarta.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.310 per Dolar AS, BI Sebut Sudah Undervalued dan Bakal Menguat
Menkeu Purbaya Buka Suara Soal Anggaran Gaji 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Merah Putih
Fakta Lengkap Isu Purbaya Copot Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman di Kemenkeu
Indonesia Paling Rentan Terimbas Konflik Timur Tengah, Ini Analisis Risiko S&P Global