Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih jauh dari krisis atau bahkan resesi. Ia menyatakan tanda-tanda perlambatan ekonomi pun belum terlihat dari aktivitas konsumsi masyarakat.
Untuk memastikan kondisi riil, Menkeu mendatangi pusat perdagangan Tanah Abang. Menurutnya, keramaian transaksi di sana menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat masih bertahan dengan baik.
"Kalau data-data kita ekonomi lagi bagus, harusnya di Tanah Abang ada pembelinya. Saya mau cek itu saja betul atau enggak. Ternyata betul, orang masih belanja, pasar masih ramai," jelasnya.
Pemerintah Akan Terus Pantau dan Ambil Langkah Terukur
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi dan berbagai faktor yang memengaruhi stabilitas makro, termasuk harga komoditas global. Langkah kebijakan akan diambil secara terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Yang jelas kita monitor dari waktu ke waktu dan saya enggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan," pungkas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Artikel Terkait
Harga Pertamax Bisa Tembus Rp 20.700 per Liter? Ini Analisis dan Dampak Geopolitik
Rupiah Tembus Rp 17.000! Ini Penyebab Utama & Dampaknya Bagi Inflasi
BBM Subsidi Naik? Ini Kata Menkeu Purbaya Soal Harga Minyak $92/barel
Dampak Perang AS-Israel vs Iran: Harga Minyak US$100 & Cadangan BBM Indonesia Terancam