Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih jauh dari krisis atau bahkan resesi. Ia menyatakan tanda-tanda perlambatan ekonomi pun belum terlihat dari aktivitas konsumsi masyarakat.
Untuk memastikan kondisi riil, Menkeu mendatangi pusat perdagangan Tanah Abang. Menurutnya, keramaian transaksi di sana menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat masih bertahan dengan baik.
"Kalau data-data kita ekonomi lagi bagus, harusnya di Tanah Abang ada pembelinya. Saya mau cek itu saja betul atau enggak. Ternyata betul, orang masih belanja, pasar masih ramai," jelasnya.
Pemerintah Akan Terus Pantau dan Ambil Langkah Terukur
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi dan berbagai faktor yang memengaruhi stabilitas makro, termasuk harga komoditas global. Langkah kebijakan akan diambil secara terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Yang jelas kita monitor dari waktu ke waktu dan saya enggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan," pungkas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Artikel Terkait
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Ini Daftar Terbarunya
Mantan Menkeu Peringatkan Prabowo soal Permainan Oligarki di Balik Pelemahan Rupiah
Rupiah Tembus Rp18.000, IHSG Anjlok 30%: Menteri Keuangan Purbaya Buka Suara di Tengah Krisis Ekonomi