Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih jauh dari krisis atau bahkan resesi. Ia menyatakan tanda-tanda perlambatan ekonomi pun belum terlihat dari aktivitas konsumsi masyarakat.
Untuk memastikan kondisi riil, Menkeu mendatangi pusat perdagangan Tanah Abang. Menurutnya, keramaian transaksi di sana menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat masih bertahan dengan baik.
"Kalau data-data kita ekonomi lagi bagus, harusnya di Tanah Abang ada pembelinya. Saya mau cek itu saja betul atau enggak. Ternyata betul, orang masih belanja, pasar masih ramai," jelasnya.
Pemerintah Akan Terus Pantau dan Ambil Langkah Terukur
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi dan berbagai faktor yang memengaruhi stabilitas makro, termasuk harga komoditas global. Langkah kebijakan akan diambil secara terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Yang jelas kita monitor dari waktu ke waktu dan saya enggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan," pungkas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Artikel Terkait
Pajak Rumah Sewa 2027: Pemerintah Incar Pemilik Rumah Kedua dan Juragan Kontrakan
Pemerintah Lunasi Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Pakai APBN, Dicicil 6 Tahun
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Agustus 2026: Daftar Lengkap Pertamax, Turbo, dan Dexlite di Seluruh Wilayah Indonesia
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun