Nasib Bripka AS Tersangka Pembunuh Mahasiswi UMM: Terancam Hukuman Mati dan Dipecat
Nasib kelam mengancam Bripka Agus Saleman alias Bripka AS, anggota Polres Probolinggo yang menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan Faradila Amalia Najwa (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga merupakan adik iparnya sendiri. Tersangka kini menghadapi dua ancaman berat: vonis hukuman mati dan pemecatan dari institusi Polri.
Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Penyidik Polda Jawa Timur secara resmi menjerat Bripka AS dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Pasal ini mengancam hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, menegaskan bahwa tersangka bersama rekannya, Suyitno, merencanakan pembunuhan tersebut. "Iya, kami kenakan (Pasal) Perencanaan. Sesuai dengan (perintah) Pak Kapolda, akan tindak tegas anggota," ujarnya.
Kejahatan ini dilakukan di wilayah Probolinggo, dengan jenazah korban kemudian dibuang di aliran sungai kering di pinggir Jalan Wonorejo, Pasuruan. Temuan ini yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dan perencanaan.
Ancaman Pemecatan dari Polri
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, telah menyatakan bahwa Bripka AS pantas dikenai sanksi maksimal berupa Pemutusan Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan. Sidang etik oleh Bidang Propam Polda Jatim sedang diproses.
Artikel Terkait
Staf PBNU Mangkir Panggilan KPK Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut: Ini Kata Juru Bicara
Motif Balas Dendam di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur Terungkap
KPK Ungkap Modus Baru: Uang Korupsi Dikucurkan ke Sugar Baby, Ini Risiko Hukumnya
Feri Amsari Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Kronologi Lengkap Kasus Kritik Swasembada Pangan