Arti Rompi Tahanan Pink, Merah, dan Oranye: Penjelasan Lengkap Makna Warna di Kasus Hukum

- Kamis, 04 Juni 2026 | 07:50 WIB
Arti Rompi Tahanan Pink, Merah, dan Oranye: Penjelasan Lengkap Makna Warna di Kasus Hukum

Arti Rompi Tahanan Pink, Merah, dan Oranye: Penjelasan Lengkap Makna Warna di Kasus Hukum

MULTAQOMEDIA.COM - Kemunculan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dengan rompi tahanan berwarna pink di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, langsung menjadi sorotan publik pada Rabu, 3 Juni 2026. Foto dan video yang memperlihatkan Dadan mengenakan rompi pink ini memicu banyak pertanyaan dari masyarakat tentang makna di balik warna rompi yang dikenakannya.

Dadan dibawa ke Kejaksaan Agung setelah aparat penegak hukum melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional pada pagi harinya. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani penyidik. Penetapannya sebagai tersangka terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada Selasa, 2 Juni 2026.

Tidak hanya Dadan, Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Sebagai penggantinya, pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, sementara posisi wakil kepala diisi oleh Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari.

Lantas, apa sebenarnya arti rompi tahanan pink yang dikenakan Dadan Hindayana? Mengapa warna tersebut berbeda dengan rompi merah maupun oranye yang juga sering terlihat dalam berbagai kasus hukum? Berikut penjelasan lengkap mengenai makna dan perbedaan rompi tahanan pink, merah, dan oranye yang digunakan dalam sistem penegakan hukum di Indonesia.

Arti Warna Rompi Tahanan

1. Rompi Pink

Dalam praktik yang digunakan Kejaksaan Agung, rompi pink umumnya dikenakan oleh tahanan yang terjerat perkara pidana khusus, terutama tindak pidana korupsi (tipikor). Penggunaan warna tersebut bertujuan untuk memudahkan identifikasi jenis perkara yang sedang dihadapi oleh seorang tahanan. Dengan sistem warna yang berbeda, aparat penegak hukum maupun masyarakat dapat mengetahui kategori kasus yang sedang diproses.


Halaman:

Komentar