Arti Rompi Tahanan Pink, Merah, dan Oranye: Penjelasan Lengkap Makna Warna di Kasus Hukum

- Kamis, 04 Juni 2026 | 07:50 WIB
Arti Rompi Tahanan Pink, Merah, dan Oranye: Penjelasan Lengkap Makna Warna di Kasus Hukum

Sebelum Dadan Hindayana, sejumlah tersangka kasus korupsi juga pernah tampil mengenakan rompi serupa saat menjalani pemeriksaan atau penahanan. Beberapa nama yang sempat menjadi perhatian publik antara lain Tom Lembong dalam perkara dugaan korupsi impor gula serta Harvey Moeis yang terseret dalam kasus korupsi tata niaga timah. Karena sering digunakan dalam perkara korupsi, rompi pink kini menjadi salah satu simbol yang identik dengan penanganan kasus pidana khusus oleh Kejaksaan Agung.

2. Rompi Merah

Selain warna pink, Kejaksaan Agung juga menggunakan rompi tahanan berwarna merah. Berbeda dengan rompi pink yang digunakan dalam perkara pidana khusus, rompi merah diperuntukkan bagi tahanan yang terlibat dalam kasus pidana umum. Kategori pidana umum mencakup berbagai jenis tindak kejahatan seperti pembunuhan, penganiayaan, pencurian, penipuan, hingga berbagai pelanggaran hukum pidana lainnya yang tidak masuk dalam kategori tindak pidana khusus.

Penggunaan warna merah juga bertujuan untuk membedakan klasifikasi perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Salah satu kasus yang pernah menarik perhatian nasional dan melibatkan penggunaan rompi merah adalah perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Dalam proses hukumnya, mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sempat terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah saat menjalani tahapan penuntutan di Kejaksaan Agung.

3. Rompi Oranye

Selain pink dan merah, masyarakat juga cukup akrab dengan rompi tahanan berwarna oranye. Warna ini sering muncul dalam pemberitaan nasional karena digunakan oleh berbagai instansi penegak hukum, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berbeda dengan sistem warna yang digunakan Kejaksaan Agung, rompi oranye lebih banyak diasosiasikan dengan tahanan yang sedang menjalani proses hukum di bawah penanganan KPK maupun kepolisian.

Karena sering digunakan dalam operasi tangkap tangan maupun penetapan tersangka kasus besar, rompi oranye menjadi salah satu simbol yang paling dikenal masyarakat Indonesia. Salah satu contoh yang belakangan menjadi perhatian publik adalah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang terlihat mengenakan rompi tahanan oranye setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Penggunaan warna rompi tahanan yang berbeda tersebut bukan sekadar soal identitas visual. Warna-warna itu memiliki fungsi administratif dan operasional untuk membantu aparat penegak hukum dalam mengelompokkan tahanan berdasarkan jenis perkara maupun instansi yang menangani kasusnya.


Halaman:

Komentar