Sejak membuat posting-an itu, Antatico menerima ancaman pembunuhan, tetapi mengabaikan dengan menyebutnya hanya candaan.
“Dia kembali memberi tahu kami bahwa dia menerima ancaman pembunuhan lagi, tapi dia hanya tertawa. Kami menganggapnya enteng, mengira itu hanya untuk membungkam, untuk menakut-nakuti,” kata rekan mendiang, Percival Batar.
NIA Wilayah 10 mengutuk pembunuhan tersebut dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Antatico.
Pernyataan dari badan tersebut mengonfirmasi investigasi sedang berlangsung, bekerja sama dengan pihak berwenang.
"NIA Wilayah Utara Mindanao tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan program dan proyeknya. Kami tetap berkomitmen untuk menegakkan prinsip-prinsip transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam pelayanan publik," bunyi pernyataan NIA.
Pembunuhan tersebut juga memicu kemarahan dan seruan investigasi menyeluruh terhadap korupsi yang terkait dengan proyek pengendalian banjir dan irigasi
Sumber: inews
Artikel Terkait
Bumi Hilang Gravitasi 7 Detik 12 Agustus 2026? Ini Fakta Sains yang Membantah Hoaks Viral
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok