Sejak membuat posting-an itu, Antatico menerima ancaman pembunuhan, tetapi mengabaikan dengan menyebutnya hanya candaan.
“Dia kembali memberi tahu kami bahwa dia menerima ancaman pembunuhan lagi, tapi dia hanya tertawa. Kami menganggapnya enteng, mengira itu hanya untuk membungkam, untuk menakut-nakuti,” kata rekan mendiang, Percival Batar.
NIA Wilayah 10 mengutuk pembunuhan tersebut dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Antatico.
Pernyataan dari badan tersebut mengonfirmasi investigasi sedang berlangsung, bekerja sama dengan pihak berwenang.
"NIA Wilayah Utara Mindanao tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan program dan proyeknya. Kami tetap berkomitmen untuk menegakkan prinsip-prinsip transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam pelayanan publik," bunyi pernyataan NIA.
Pembunuhan tersebut juga memicu kemarahan dan seruan investigasi menyeluruh terhadap korupsi yang terkait dengan proyek pengendalian banjir dan irigasi
Sumber: inews
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu