Kondisi ini terjadi karena banyak petugas air traffic control (ATC), bagian dari pegawai federal, yang dirumahkan karena tidak mendapat gaji.
Otoritas AS sebelumnya mengumumkan akan memangkas jumlah penerbangan sebesar 10 persen jika penutupan pemerintah terus berlangsung.
Presiden Donald Trump memperingatkan dampak dari shut down terhadap sektor penerbangan sangat riskan terhadap keamanan nasional.
Tahun fiskal sedianya dimulai di AS pada 1 Oktober, namun Kongres gagal menyepakati rancangan anggaran yang menyebabkan pemerintah tidak dapat menjalankan operasionalnya. Rekor shut down terpanjang sebelumnya juga terjadi pada masa pemerintahan Trump periode pertama yakni 35 hari.
Trump sebelumnya mengatakan akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan PHK massal terhadap pegawai pemerintah serta memangkas anggaran gaji. Gedung Putih juga memanfaatkannya untuk menghapus program-program pemerintah yang tak disukai Partai Repubik
Sumber: inews
Artikel Terkait
Donald Trump Ancam Kuba: Target Berikutnya Setelah Iran? Analisis Lengkap
Bunker Israel Rapuh? Jurnalis India Ungkap Fakta Mengejutkan dari Lapangan
Intelijen Rusia Bantu Iran Serang Situs AS-Israel? Fakta & Dampaknya
Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal Klaster: Iron Dome Tembus, Bandara Ben Gurion Terbakar