Isyarat Rahasia Trump untuk CEO Minyak AS Sebelum Serangan ke Venezuela Terungkap
MULTAQOMEDIA.COM - Rencana Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026, diklaim telah diisyaratkan Donald Trump kepada para bos perusahaan minyak AS sebulan sebelumnya. Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang dilansir Sputnik, Trump mengirim pesan singkat misterius berisi kata "bersiaplah" kepada para CEO tersebut.
Isyarat Singkat Tanpa Penjelasan
Sumber-sumber WSJ menyebutkan, Trump hanya menyampaikan satu isyarat itu tanpa penjelasan lebih lanjut. Menariknya, ia juga tidak meminta pandangan para CEO terkait kemungkinan investasi di ladang minyak Venezuela saat itu. Rencana investasi justru diumumkannya secara terbuka setelah serangan militer terjadi.
Isyarat ini, menurut analisis surat kabar tersebut, menunjukkan peran sentral minyak Venezuela dalam keputusan berisiko tinggi yang diambil Trump. Pada 5 Januari 2026, Trump sendiri mengonfirmasi ketertarikan perusahaan minyak AS untuk beroperasi dan berinvestasi di infrastruktur Venezuela.
Serangan Militer dan Penangkapan Maduro
Pada 3 Januari 2026, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York. Trump menyatakan pasangan tersebut akan diadili atas tuduhan "narko-terorisme" dan dianggap sebagai ancaman bagi keamanan AS.
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025