Iran Aktifkan Siaga Tempur Level Tertinggi, Trump Balas dengan Peringatan Keras
Ketegangan di Timur Tengah melonjak drastis setelah Angkatan Bersenjata Iran secara resmi mengaktifkan status kesiagaan militer level tertinggi. Langkah ini merupakan respons Teheran atas ancaman serangan yang meningkat dari Amerika Serikat dan Israel, yang terjadi bersamaan dengan gelombang protes antipemerintah di dalam negeri.
Kesiapan Tempur 400 Unit Militer Iran
Brigadir Jenderal Morteza Ghorbani, penasihat senior Panglima Tertinggi IRGC, mengungkapkan sedikitnya 400 unit dari IRGC dan angkatan darat telah disiagakan untuk menghadapi setiap agresi. Ghorbani memberikan peringatan keras, khususnya kepada Israel, yang disebutnya mencoba mengganggu kedaulatan Iran.
"Mereka sudah siap. Jika terjadi agresi, mereka akan meratakan Israel dengan tanah. Angkatan darat, IRGC, dan aparat penegak hukum saat ini berdiri dengan tangan berada di atas pelatuk," tegas Ghorbani dalam pernyataannya.
Peringatan Keras dari Presiden AS Donald Trump
Ancaman militer dari luar datang saat Iran dilanda protes massa selama dua pekan akibat krisis ekonomi. Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras agar pemerintah Iran tidak menggunakan kekerasan mematikan terhadap pengunjuk rasa.
Trump mengisyaratkan kesiapan Washington untuk melakukan intervensi militer jika situasi memburuk, dengan menyatakan Iran akan "dipukul dengan sangat keras" jika lebih banyak demonstran tewas.
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025